"Uang itu diserahkan oleh yang berinisial RG, dan selanjutnya nanti akan kita setorkan ke rekening Mandiri RPL penitipan Kejari Gunungsitoli," jelas Kasi Intel Kejari Gunungsitoli, Yaatulo Hulu melalui Penyidik, Theo Lase, Selasa (4/3/2025).
Theo Lase menegaskan pihaknya terus berkomitmen dalam memberantas tindak pidana korupsi termasuk fokus pada pemulihan kerugian keuangan negara.
Sebelumnya, Kejari Gunungsitoli melakukan penahanan terhadap tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa Fadoro Balohili, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, senilai Rp 425 juta.
Ketiga tersangka yakni DG selaku Bendahara, FG selaku Sekretaris dan DBG selaku ketua TPK.
Diduga kuat ketiga tersangka melalukan kegiatan fiktif dan manupilasi data pada penguatan ketahanan pangan tingkat desa dengan rincian pengadaan bibit ternak Ta. 2022 dan peningkatan produksi tanaman pangan pengadaan pupuk tahun anggaran 2023.
“Dari hasil penyidikan ada kegiatan fiktif dan
manipulasi data tapi pengeluaran uang ada, pengeluaran uang tidak sah,” kata
Kasi Pidsus Kejari Gunungsitoli, Solidaritas Telaumbanua, kepada wartawan usai
melakukan penahanan kepada ketiga tersangka di halaman kantor Kejari
Gunungsitoli, jalan Pancasila nomor 1, kelurahan pasar, Gunungsitoli, Senin
(9/12/2024) sore. (Iman Lase)
Komentar0